QS At Taubah: 119

"Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"

Sabtu, 07 Desember 2024

Perahu Kertas, Cerita Kugy Dan Keenan

Aku baru saja menuntaskan Novel Perahu Kertas yang ditulis oleh Dee. Buku yang telah di-film-kan ini cukup padat ceritanya. Mengisahkan tentang persahabatan empat orang yaitu Kugy, Keenan, Noni, dan Eko (+Fuad). Namun kisah utamanya adalah Kugy dan Keenan. Oh iya, Fuad adalah nama mobilnya Eko yang menemani kisah mereka berempat meskipun sering mogok.

Kugy mempunyai imajinasi yang tinggi. Bercita-cita ingin menjadi Juru Dongeng dan gemar menulis cerita. Imajinasinya terhadap Neptunus juga membuat dia selalu "curhat" kepada Dewa Laut Yunani itu dengan menuliskan sesuatu pada kertas dan melipat kertas tersebut menjadi perahu-perahuan lalu mengirimkannya melalui aliran sungai. Kugy percaya bahwa semua aliran sungai akan berujung ke tempat Neptunus berada yaitu laut.

Lain lagi dengan Keenan. Dia sangat menyukai melukis dan merasa jiwanya ada di sana. Dia tidak memperdulikan keinginan ayahnya yang tidak rela anaknya menjadi pelukis. Belakangan terungkap kenapa alasan ayahnya seperti itu.

Persahabatan mereka terganjal karena beberapa peristiwa yang sebenarnya adalah gara-gara Kugy dan Keenan yang saling suka tapi tidak mampu mengungkapkan rasa. Awalnya muncul sosok Wanda sepupunya Noni yang mau di-comblangi ke Keenan. Lalu muncul tokoh-tokoh lain seperti Luhde dan Remi yang membuat cerita naksir-naksiran ini semakin ruwet.

Konflik-konflik tak terhindarkan hingga akhirnya konflik itu terselesaikan satu-persatu.

Buku ini ditulis sudah cukup lama, bahkan filmnya sudah tayang kurang lebih 10 tahun yang lalu. Proses penulisan buku ini pun diceritakan penulis di akhir bukunya.

Tersedia di Google PlayBook

Tersedia di iPusnas tapi ngantri yaa

Pendapat pribadi aku tentang buku ini ya seru walaupun aku cukup bisa menebak akhir ceritanya seperti apa namun alur-alur konfliknya menarik untuk dibaca. Aku baca ini di versi digitalnya. Jika pembaca ingin membacanya juga bisa membeli di toko-toko terdekat (semoga masih ada), meminjam di perpustakaan setempat (semoga juga tersedia), atau bisa juga membeli versi digitalnya di Google PlayBook atau kalo ga mau beli beli bisa meminjam versi digitalnya di iPusnas (tapi terakhir cek sih harus antri).

Senin, 02 Desember 2024

Tujuh Tahun "Itah Hadari"

Itah Hadari, sebuah tagline yang artinya "kita berlari" cukup dikenal di Palangka Raya saat ini khususnya para penggiat lari. Tagline ini diadopsi menjadi sebuah komunitas berlari pertama di Kota Cantik ini yaitu Palangka Runners. Tapi itu sekarang, tujuh tahun yang lalu kami awali langkah dengan sebuah impian sederhana yaitu pengen berlari, kumpul, berbagi ilmu tentang pelarian bersama di kawasan Jalan Katamso.


Tujuh tahun yang lalu, olahraga lari belum terlalu diminati seperti sekarang ini. Kawasan Jalan Katamso memang sudah dijadikan tempat untuk lari tapi ga banyak yg berolahraga disana. Aku yang berminat pada olahraga ini mulai mencari-cari komunitasnya di Palangka Raya karena udah mupeng kepengen ikut berkomunitas gara-gara ngeliat postingan-postingan komunitas lari luar kota di sosial media. Namun ternyata pencarian nihil. Bukan karena ga ketemu tapi memang belum ada.

Ga tau bagaimana algoritma hidup ini sampai akhirnya aku dipertemukan dengan Muhammad Asary (dipanggil Aan). Ya udah ajakan diterima tapi ternyata misinya bukan lari bareng aja tapi juga mau bikin komunitas. Bertemu orang baru terus langsung diajakin membangun komunitas itu sebuah pengalaman aneh bagiku.

Muhammad Asary. Founder Palangka Runners

Awal terbentuk kami buat akun instagram @palangka_runners yang alhamdulillah masih aktif sampai sekarang. Tujuannya buat kasih tau ke penggiat lari kalo sudah ada komunitasnya di Palangka Raya. Kami coba posting beberapa dan sharing sebanyak-banyaknya.

Beberapa waktu kemudian akhirnya ada yang bergabung, banyak diantaranya adalah anak-anak gaul yang ga bisa lari. Ya benar, saat diajakin lari 100-200 meter udah pada nyerah. "Bang tungguin!", begitu mereka bilang. Tapi dari anak-anak yang ga bisa lari itulah cikal-bakal komunitas ini berkembang pesat. Layaknya mencoba hal baru, jiwa muda mereka menggebu-gebu kepengen terus berlari dan berkomunitas.

Namun tentu saja dari anggota-anggota baru itu ada juga yang sudah terbiasa lari bahkan sudah pernah berkomunitas. Ada Abdul Janah (dipanggil Abdul apa Janah ni?) ada juga Yuan (orang Malang yang sedang terdampar di Palangka Raya), Alvin, Alfan, dan beberapa lagi yang aku mulai lupa namanya. Dari orang-orang ini dan dibantu beberapa yang lain kami mulai mengelola komunitas ini mulai dari bikin jadwal lari bareng, berafiliasi dengan Indorunners hingga bikin jersey komunitas.


Jersey Pertama Palangka Runners

Kepengurusan waktu itu suka-suka kami aja. Ada ketua, kapten, dan yang lainnya membantu. Ketua pertama ditunjuklah aku. Ah ini kayaknya sekedar menghormati aku aja karena jadi salah satu pendirinya. Kapten dipilihlah Alvin. Untuk menggerakkan kegiatan komunitas sedangkan ketua tugasnya lebih kepada penengah aja kalo anak-anak muda ini berantem hehe...

Rekrutmennya adalah dengan getok-tular. Yang udah ikutan harus ngajakin temannya yang lain. "Ga bisa lari", justru suatu kata yang ditunggu dengan jawaban simpel, "sama.. yang penting rame-ramean dulu aja".


Awal-awal Palangka Runners Berlari

Aktifitas komunitas pun berjalan, yang ga bisa lari waktu itupun sudah mulai bisa lari. Hingga 1 tahun pertama bisa dilalui. Event 1st Anniversary Palangka Runners digelar cukup sukses. Jumlah peminatnya? Cukup banyak waktu itu namun tidak sebanyak saat ini kalo bikin event lari.

Kepengurusan komunitas mulai berkembang makin dewasa. Tidak ada lagi yang namanya ketua (apalagi ketua yang ga kerja kayak aku wkkk). Adanya Captain dan Co-captain. Aku sudah agak sedikit lupa urutan siapa aja yang menjabat. Seingatku Alvin terus Mukhlis terus berlanjut yang lainnya dibantu oleh teman-teman yang juga membersamai sejak Palangka Runners muda berdiri.



Anggota komunitasnya beranjak mulai keren-keren. Ada yang ikut event sana-sini, sepatu lari udah pada tau, baju celana kacamata jam udah pada teracuni hehe. Aku udah kalah keren sekarang.

Seiring berjalannya waktu, tanggungjawab di pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi aku makin besar. Akupun memutuskan untuk pelan-pelan undur diri dari komunitas ini. Meskipun aku udah ga disana, dengan telah mulai dewasanya Palangka Runners membuat komunitas ini masih tetap berlari hingga sekarang di tahun ketujuh.

Minggu, 01 Desember 2024

Keajaiban Toko Kelontong Namiya

Berselancar di sosial media khususnya pada circle pembaca buku akan dapat rekomendasi-rekomendasi buku menarik. Salah satu buku yang menarik bagiku adalah novel "Keajaiban Toko Kelontong Namiya".

Novel yang aslinya ber-Bahasa Jepang berjudul Namiya Zakkaten No Kiseki ini, dikarang oleh Keigo Higashino. Dipublikasikan pertama kali di Jepang pada Tahun 2012 dan di-alihbahasa-kan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Faira Ammadea. Novel ini memiliki alur maju-mundur. 


Pada novel yang dicetak oleh PT. Gramedia ini terdiri dari lima bab atau lima cerita yang mana setiap ceritanya seakan tidak nyambung namun ternyata kejeniusan penulis memainkan sudut pandang pembaca yang akhirnya ceritanya bisa nyambung atau terdapat benang-merahnya. Cerita besarnya adalah Toko Kelontong Namiya menerima jasa konsultasi melalui surat. Pertanyaan atau permintaan saran melalui surat itu akan dibalas oleh Toko Kelontong Namiya keesokan harinya.

Sedikit aku spill cerita apa aja dalam tiap bab-nya biar ada gambaran sedikit tentang isi novelnya ini.

Bab 1, menceritakan tentang tiga orang anak nakal yang sedang bersembunyi selepas melakukan kejahatan pada malam hari di toko kelontong ini. Sambil menunggu pagi, ada keajaiban terjadi di dalam toko tersebut.

Bab 2, menceritakan tentang seseorang yang bingung memilih antara meneruskan toko ikan keluarganya atau mengejar cita-citanya untuk menjadi musisi. Dia juga meminta saran kepada Toko Kelontong Namiya untuk nanti akhirnya memutuskan apa yang harus dipilihnya.

Bab 3, menceritakan tentang kisah hidup Kakek Namiya, tokoh yang membalas surat-surat untuk Toko Kelontong Namiya serta bagaimana keajaiban itu terjadi.

Bab 4, menceritakan tentang sebuah keluarga yang memiliki kesulitan ekonomi sehingga harus mengambil keputusan besar dalam kehidupan mereka. Sang anak dari keluarga tersebut meminta saran kepada Toko Kelontong Namiya terkait apakah dia ikut keputusan keluarganya atau malah harus meninggalkannya. Keputusan diambil dan cerita pun berlanjut.

Bab 5, menceritakan tentang seorang wanita yang galau karena bekerja sebagai hostes untuk memenuhi kebutuhannya. Ada seorang pria yang "tertarik" dengannya. Dalam kebingungannya wanita ini berkonsultasi dengan Toko Kelontong Namiya melalui surat. Saran dari Toko Kelontong Namiya dia ikuti dan akhirnya menjadi wanita yang sukses secara finansial. Karena ini adalah bab terakhir maka diakhir cerita ada sebuah benang merah yang menghubungkan dengan keempat bab sebelumnya.

Jujur, novel ini awalnya agak susah untuk aku ikuti karena alurnya yang maju-mundur serta aneh aja saat pindah dari Bab 1 ke Bab 2 sebab ceritanya kok ga nyambung tapi setelah dilanjutkan membacanya akhirnya kata "Oooo..." ternyata begini. Nah karena sudah tau karakteristik novelnya maka bab-bab selanjutnya cukup aman untuk dibaca.

Kata "Keren" mungkin tidak salah kalo secara subjektif aku sematkan pada penulis novel ini. Keren alurnya meskipun aku perlu agak harus lebih fokus dalam memahami isi ceritanya.

Bagi pembaca yang ingin membaca novel ini bisa membeli versi digital-nya di Gramedia Digital atau meminjam di iPusnas atau bisa ke perpustakaan terdekat siapa tau ada koleksinya. Selamat membaca.

Selasa, 26 November 2024

Membaca Novel Apakah Menambah Wawasan?

Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka pintu pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Dalam dunia yang semakin berkembang, kemampuan untuk menyerap informasi dan memahami perspektif yang berbeda sangatlah penting, dan membaca menjadi salah satu cara terbaik untuk mencapainya.

Gambar dari internet

Saat kecil aku suka membaca. Pada perekonomian keluarga yang tidak bisa dibilang kaya waktu itu membuat aku jarang membeli buku. Perpustakaan sekolah menjadi solusinya. Sejak SD hingga SMA aku sering meminjam buku di perpustakaan sekolah. Buku yang aku suka adalah buku-buku yang berisi cerita. Baik itu non fiksi ataupun fiksi. Diantara jenis buku cerita yang aku suka adalah cerpen, novel, atau cerita sejarah. Komik? aku ga terlalu suka karena bagiku boros halaman (ceritanya singkat tapi halaman yang dihabiskan banyak, maaf ya buat yang suka komik hehe).

Semasa kuliah sangat suka buku-buku motivasi perbaikan diri khususnya yang bertemakan Islam. Dua buku karya Ustadz Salim A. Fillah banyak mempengaruhi pemikiranku adalah Gue Never Die dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Biasanya aku membacanya disela-sela jam kuliah. Pernah ada dosen yang memperingatkan untuk berhati-hati kalo membaca buku agama. Maklum saat itu sedang ramai "pencucian otak" oleh para Kaum Kiri yang mengatasnamakan Agama Islam.

Hampir setiap satu atau dua minggu sekali aku mampir di Social Agency untuk membeli buku. Bagi yang berkuliah di Jogja tentu mengenal toko buku yang letaknya dekat dengan Kampus IAIN Sunan Kalijaga ini.

Kesukaan membaca mulai berkurang bahkan seakan terhenti sejak mulai bekerja sebagai ASN dimana gempuran media sosial sangat tinggi dan mulai mempengaruhi kebiasaan sebagian besar orang. Orang lebih suka membaca status Blackberry Messenger, WhatsApp, Facebook, dan banyak media sosial lainnya. Itupun terjadi ke aku selama bertahun-tahun. Kebiasaan membaca buku menjadi sangat berkurang seiring juga dengan harga buku yang semakin mahal.

Nah beberapa pekan belakangan ini aku mulai lagi membiasakan untuk membaca. Tentunya membaca yang aku suka yaitu buku-buku yang bisa bercerita. Novel! Awalnya sih penasaran dengan beberapa film yang diadaptasi dari novel. Apa sama antara novel dan filmnya? lama-lama malah terbuai dengan berbagai kisahnya.

Membaca novel bukan hanya kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk menambah pengetahuan. Melalui novel, kita dapat memperoleh berbagai wawasan, mulai dari pemahaman tentang kehidupan, budaya, sejarah, hingga perkembangan emosi dan psikologi manusia. Novel mampu membawa pembacanya ke dalam dunia yang berbeda, menawarkan perspektif baru, dan menggali pemikiran yang mungkin belum pernah kita pertimbangkan sebelumnya.

"Emang kalo baca novel bisa nambah wawasan?", seorang temanku bertanya.

Benar juga fikirku. Aku coba mencari-cari referensi di internet untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setidaknya ada empat keuntungan kita membaca novel, yaitu:

  1. Meningkatkan kosakata dan kemampuan berbahasa, kita biasanya akan mendapati kata-kata yang bisa saja maknanya diperluas atau dipersempit serta kalimat-kalimat kiasan yang baru kita kenal.
  2. Pengembangan empati dan pemahaman psikologis, Novel seringkali menggambarkan karakter dengan berbagai latar belakang, perasaan, dan konflik batin. Dengan mengikuti perjalanan hidup tokoh-tokoh tersebut, kita bisa lebih memahami sudut pandang orang lain, meningkatkan empati, dan mengembangkan keterampilan dalam memahami kompleksitas perasaan manusia.
  3. Pembelajaran tentang budaya dan sejarah. Banyak novel yang mengangkat tema sejarah, budaya, atau kehidupan masyarakat pada masa tertentu. Melalui cerita fiksi, kita dapat belajar tentang peristiwa-peristiwa besar, kebiasaan, tradisi, serta kehidupan sosial di tempat dan waktu yang berbeda.
  4. Peningkatan kreativitas dan imajinasi. Membaca novel mengajak kita untuk berimajinasi. Dalam banyak cerita, kita diajak untuk membayangkan dunia yang tidak kita kenal, baik itu dunia fantasi, masa lalu, atau masa depan. Ini dapat merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir lebih terbuka.

Adapun beberapa novel terakhir yang aku baca beserta alasannya adalah:

  1. Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Penasaran karena baru saja nonton film yang diadaptasi dari novel tersebur yaitu Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Kepingin tau cerita secara detil.
  2. Mengejar-ngejar Mimpi. Sebuah diary kocak seseorang yang bercita-cita menjadi penulis dan akhirnya beneran jadi penulis atas bimbingan banyak pihak salah satu diantaranya adalah Asma Nadia
  3. Cinta Dalam Ikhlas. Nah kalo ini karena penasaran soalnya juga dibikin film-nya dengan judul yang sama baru tayang trailer-nya. Film-nya baru akan rilis pada tanggal 29 November 2024.
  4. Amelia Si Anak Kuat. Novel ini tidak ada alasan kuat. Hanya pengen baca aja hehe...

Kalo kalian suka baca apa? Apa buku yang terakhir dibaca?

Sabtu, 23 November 2024

Sertifikat Tahsin Telah Terbit

Setelah beberapa kali bertanya dengan admin dan akupun sudah meng-ikhlas-kan, akhirnya sertifikat Kelas Tajwid Metode Syafii terbit.

Keterlambatan terbit menurut informasi admin adalah karena beliau Ustadz Ibrohim (pengajar kelas) belum memberikan penilaian akhir. Saya sih memaklumi saja karena beliau cukup sibuk mengajar dan juga sedang menyelesaikan S2-nya.

Alhamdulillah predikat yang aku dapat adalah Mumtaz. Hanya 2 orang dari 12 peserta yang mendapat peringkat ini. Mumtaz adalah peringkat tertinggi, tingkatan dibawahnya adalah Jayyid Jiddan dan Jayyid.

Penilaian dilakukan bukan dengan ujian karena memang kami tidak melalui proses itu baik lisan ataupun tulisan namun -sepertinya- dari tingkat kehadiran dan keaktifan di kelas, aktif berdiskusi juga terhadap permasalahan-permasalahan tajwid yang tidak terbahas melalui tanya-jawab di grup WA dan biasanya lebih detil.

Terima kasih untuk Ustadz Ibrohim hafidzahullah atas ilmu-ilmu dan pengalaman yang dibagikan kepada kami para pembelajar. Semoga antum selalu sehat dan diberkahi Allah.

Terima kasih juga kami haturkan untuk Lembaga Lughatul Arabiyah yang telah memfasilitasi kami dalam belajar Al Quran.

Khairukum man ta'allamal quran wa 'allahu. Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Quran dan mengajarkannya.

Minggu, 17 November 2024

Mudah Membaca Ebook Menggunakan Aplikasi Ini

Bagi sebagian orang, membaca buku adalah kebutuhan, tak sedikit juga yang mempunyai target buku yang harus dibaca dalam suatu waktu. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk tenggelam dalam keasyikan membuka lembaran-lembarannya. Selain memberikan waktu khusus, biasanya para pembaca buku ini memanfaatkan waktu-waktu luangnya meski sedikit. Misalnya disaat mengantri ataupun sedang dalam kendaraan umum.

Sumber gambar dari internet

Buku di zaman sekarang tidak hanya berbentuk fisik. Ada juga yang berbentuk digital atau sering disebut ebook yang bisa dibaca menggunakan perangkat eletronik seperti komputer, tablet, handphone, atau bahkan eReader khusus seperti kindle dan sejenisnya. Ebook menawarkan beberapa kemudahan akses diantaranya adalah mudahnya membawa banyak buku hanya dengan beberapa file atau dalam satu perangkat digital.

Ebook ada yang bersifat online namun ada pula yang offline. Untuk yang bersifat online tentu saja kita membutuhkan internet untuk mengaksesnya. Berbanding terbalik dengan versi offline yang tidak memerlukan internet sama sekali.

Salah satu bentuk format file yang bisa digunakan untuk ebook offline adalah PDF (Portable Documents Format) yang memiliki tingkat kompatibilitas sangat tinggi dalam berbagai perangkat digital.

Bagi pembaca buku ebook offline tentu saja akan memiliki banyak file dalam perangkatnya sehingga membutuhkan sebuah aplikasi untuk mengelolanya. Pengelolaan yang dimaksud adalah kemudahan untuk membuka, memberikan penanda batas yang telah dibaca (bookmark), mengatur tampilan, mengelompokkan, dan banyak hal lagi yang dilakukan untuk membuat kegiatan membaca semakin nyaman. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah ReadEra.


ReadEra adalah sebuah aplikasi android yang dapat di-download dari Play Store untuk di-install di perangkat tablet atau handphone. Beberapa fiturnya adalah bisa melakukan scan otomatis terhadap file-file ebook. Aplikasi ini mampu membuka banyak jenis file ebook. Diantaranya adalah PDF, Epub, CBR, dan masih banyak lagi. Selain itu, aplikasi ini juga mampu mengelompokkan file dengan mudah.


Fitur aplikasi ReadEra yang tidak kalah bagusnya adalah fitur pengaturan warna tampilan agar mata tidak mudah lelah. Ada banyak "pewarnaan" yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan kita membaca.


Jadi yuk kita membaca buku! Baca buku apa aja yang menarik bagi kita.

Minggu, 10 November 2024

Air Gambut Berwarna Hitam


Pada Safar Ayah beberapa waktu yang lalu ada sebuah tugas yang mengharuskan untuk menjelaskan kenapa sih air gambut berwarna hitam. Tentunya ini bisa menambah informasi bagi ayah dan juga anak. Informasi ini juga berguna bagi masyarakat umum, itu sebabnya menurutku perlu dibagikan kepada pembaca melalui tulisan ini.

Sebenarnya kalo dibilang air gambut berwarna hitam sih masih belum terlalu tepat sebab air gambut itu pada umumnya berwarna cokelat kemerahan atau cokelat tua mirip warna teh pekat.

Warna cokelat kemerahan itu terjadi karena adanya kandungan asam humat dan asam fulvat. Asam humat adalah zat organik yang merupakan hasil dekomposisi bahan organik seperti sisa-sisa tanaman atau binatang yang terproses humikasi. Sedangkan asam fulvat adalah senyawa yang merupakan bagian dari humat. Kedua senyawa ini tergolong senyawa tanin yang juga menyebabkan warna kemerahan pada teh.

Air gambut ini bersifat asam dengan pH 3-5. Keasaman ini pula yang membantu melarutkan senyawa-senyawa organik yang berwarna dalam tanah gambut sehingga memperkuat warna cokelat pada air tersebut.

Warna cokelat juga bisa menjadi indikator bahwa pada area tersebut merupakan lahan gambut yang sehat dan aktif.

Begitu sedikit informasi yang bisa kami dapat khususnya terkait warna air gambut yang berwarna hitam. Lalu kenapa dibilang berwarna hitam? Mungkin karena nama tempat wisata yang kami kunjungi adalah Wisata Air Hitam Sungai Sebangau.


Referensi tambahan:


Jumat, 08 November 2024

Teringat Kenangan Semasa SMP

Pada perjalanan dinas (Perjadin) kali ini dengan rangka monitoring kegiatan dan inventarisasi BMN di BKK Palangka Raya Wilayah Kerja (Wilker) Kapuas, aku menginap di salah satu hotel yang tergolong baru di kota itu. Letaknya berseberangan dengan SMP tempat aku menimba ilmu sekitaran antara tahun 1997-1999.

Sekolah SMP ku ini beberapa kali berganti nama (aku lupa persis tahunnya). Sebelum aku masuk disana namanya SMP Negeri 3 Kuala Kapuas terus saat masuk hingga aku lulus namanya adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 4 Kuala Kapuas dan ga tau kapan persisnya namanya berubah lagi menjadi SMP Negeri 3 Selat.

Banyak kenangan semasa bersekolah di SMP ini, diantaranya adalah kegiatan memotong rumput lapangan yang dulu sering dilakukan para siswanya sehingga menjadi skill tersendiri. Aku juga ingat dulu sering terlambat karena pagi-pagi harus nganterin es batu ke warung-warung biar punya uang jajan untuk sekolah. Aku juga ingat persis kala itu dari upaya ngantar es batu bisa punya uang jajan antara Rp. 800 hingga Rp. 1.300 yang pada masanya sudah cukup lumayan besar. Jika terlambat seperti ini, hukumannya biasanya mungutin sampah yang berserakan di area sekolah, lapor sama guru piket (sambil membawa sampah yang dipungut), dan membuangnya ke tempat sampah. Tak jarang kalo lagi malas mungutin sampah yang berserakan, aku ngambil sampah yang sudah ada di tempat sampah untuk dilaporkan.

Di sekolah ini dulunya (ga tau sekarang) juga setiap pagi diadakan kegiatan pagi yaitu upacara bendera setiap Hari Senin dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) setiap Hari Selasa hingga Hari Sabtu sebelum masuk belajar di kelas. Untuk SKJ ada dispensasi bagi siswa yang piket kebersihan kelas. Banyak sih yang pura-pura piket untuk mengerjakan PR yang kelupaan atau malas mengerjakannya di rumah namun harus disetor pada hari itu atau ada juga yang sekedar malas ikut SKJ. Namun jika ketahuan, siap-siap aja ujung sepatu pantofel mendarat di betis, paha, atau pantat dan itu sudah biasa bagi kami para siswa yang "agak bandel".

Jumlah ruang belajar pada waktu itu ada 6 ruangan untuk setiap kelasnya. Ruang A hingga F yang biasanya ditentukan dari kemampuan siswanya. Aku saat itu berada di kelas 1-A, 2-F, dan 3-F. Kala itu juga, untuk berangkat sekolah para siswa menggunakan sepeda gowes. Setiap harinya garasi sepeda sekolah selalu penuh dengan ratusan sepeda siswa dengan berbagai macam merk, warna, dan jenisnya.

Pada masa ini aku juga merasakan bagaimana rasanya cinta monyet, cinta anak umur belasan. Memendam selama bertahun-tahun dan hanya mampu mengagumi dari kejauhan sebagai "pemuja rahasia".

Sayangnya untuk alat dokumentasi semacam kamera masih belum sebanyak dan semudah sekarang sehingga untuk kenangan berbentuk foto sangat jarang ada. Hanya bisa teringat dalam cerita saja.

Minggu, 03 November 2024

Aksi Safar Bersama Ayah

Safar atau perjalanan ternyata bisa memberikan banyak pengalaman hidup dan cerita serta dapat membangun kedekatan antar pelaku safar. Untuk merasakan pengalaman tersebut maka Sekolah Sahabat Alam (SA) Palangka Raya membuat acara Aksi Safar Bersama Ayah yang didahului oleh parenting dengan tema yang sama dua pekan sebelumnya.


Aksi perjalanan kali ini dilakukan Hari Minggu, 3 November 2024 antara ayah dan anak (siswa SA) yang diharapkan bisa membangun ikatan kedekatan yang lebih akrab lagi diantara keduanya.

Aksi ini hanya dilakukan di sekitaran Kota Palangka Raya dengan cara mengunjungi beberapa tempat yang diinformasikan pemandu yang jaraknya tergantung dari kendaraan yang akan dipakai ayah dan anak.

Aku dan Husna juga mengikuti aksi ini. Kami memilih untuk menggunakan sepeda motor. Dalam aksi ini diberikan beberapa pertanyaan oleh pemandu untuk penyampaian lokasi dan beberapa tugas di lokasi tersebut.

Setelah pembukaan di Bundaran Besar Palangka Raya, kami bergerak mengikuti petunjuk yang diberikan, yaitu:

Lokasi Pertama

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Pesan _challenge_:

Ayah dan Ananda..

Untuk _challenge_ pertama, silahkan pecahkan clue berikut ini: Wisata Air Hitam

Mudah saja, jawabannya adalah Pelabuhan Sebangau

Selamat ayah, clue sudah terpecahkan. Selanjutnyai dipersilahkan menuju tempat tersebut dan menyelesaikan tantangan berikut ini:

Sensory Activity

Memegang, mencium bau air, melihat, dan mengetahui sebab warna air serta mengetahui makhluk apa saja yang ada di Sungai tersebut

Jangan lupa, mendokumentasikan kegiatan, untuk laporan, dan sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas berikutnya... semangat!!!




Lokasi Kedua

Tantangan selanjutnya: Olahraga Sunnah Menggunakan Hewan di Daerah Sebangau.

Jawabannya adalah berkuda (dan ternyata kami baru tau di daerah tersebut ada wisata berkuda)

Selamat ayah, clue sudah terpecahkan. Selanjutnya dipersilahkan menuju tempat tersebut dan menyelesaikan tantangan berikut ini :

Berkuda bersama ayah dan melakukan wawancara bersama pemilik atau pekerja yang ada di sana


Lokasi Ketiga

Tujuan selanjutnya: Mesjid Tertua di Palangka Raya

Jleb, mulai rada susah ni jawabannya namun ternyata di internet ada kok informasinya dan baru tau ternyata jawabannya Masjid Nurul Hikmah yang ada di Jalan Darmo Sugondo Palangka Raya

Selamat ayah, clue sudah terpecahkan. Selanjutnya dipersilahkan menuju tempat tersebut dan menyelesaikan tantangan berikut ini :

- Ayah mengajarkan gerakan, niat, dan doa setelah Wudhu kepada Ananda.

- Ayah mengajarkan doa sebelum masuk dan keluar masjid kepada Ananda.

- Melaksanakan shalat Dhuha bersama.

- Mengenal Sejarah masjid tertua.

Setelah laporan tantangan ketiga, tidak berapa lama kumandang Adzan Dzuhur dan sekalian aja kami shalat dzuhur di masjid tersebut.


Setelah melakukan _challenge_ terakhir silahkan ayah mencari makan siang, sholat, istirahat, dan langsung menuju titik kumpul akhir di rumah kedua, yaitu Sekolah Sahabat Alam karena akan ada kejutan buat ananda tercinta.

Wuih selesai juga aksi kali ini. Ternyata ayah yang lain ada yg dapat 4 bahkan 6 tempat sedangkan kami hanya dapat 3 tempat sebab setiap tempatnya kami nikmati lama untuk jalan dan ngobrol, tidak sekedar menyelesaikan tantangan saja.


Luar biasa aksi yang dilakukan kali ini yang merupakan kegiatan pengganti camping ayah rutin setiap tahun. Ga sabar lagi nunggu keseruan apa lagi yang akan dibuat SA untuk ayah dalam mendukung sekolah anaknya.

Jumat, 01 November 2024

Buah Dari Berlatih Dengan Tekun


Awalnya kami tidak punya banyak ekspektasi terhadap anak kami Husna yang kami tawarkan berlatih karate. Yah cukup sekedar dia berolahraga dan ga meng-gabut di rumah.

Saat pertama kali ditawari untuk berlatih karate, Husna ogah-ogahan. Kami pun tidak memaksakan. Kami bernegosiasi bahwa kalo satu bulan Husna tidak bisa menikmati latihannya maka boleh berhenti tapi setidaknya dia harus mencoba dulu.

Alhamdulillah kesepakatan didapat, biar ada hal yang diluar kebiasaan juga kami memperkenalkan Husna pada tempat latihan karate (yang disebut dengan istilah Dojo) dengan nama belakangnya yaitu Nada (selanjutnya akan kami pakai nama ini untuk cerita yang berhubungan dengan karate anak kami).

Satu bulan selanjutnya adalah waktu dimana kami menepati janji untuk menanyakan bagaimana rasanya berlatih selama satu bulan dan jawaban Nada adalah dia pengen lanjut latihan.

Minggu demi minggu berlalu. Hitungan bulan pun mulai berbilang. Nada berlatih dan ikut ujian kenaikan sabuk. Kuning, hijau, biru, dan akhirnya sampai di cokelat dalam waktu kurang lebih 2 tahunan.

Sembari berlatih, Nada juga ikut beberapa kejuaraan dan hasilnya selalu kalah. Kami coba evaluasi dengan membandingkan gerakan-gerakan Kata di YouTube dan sepertinya memang ada yang kurang.

Setelah beberapa bulan dengan keadaan seperti itu, kami coba berdiskusi lagi dengan Nada apakah dia mau pindah berlatih di dojo lain untuk mencoba berlatih dengan senpai (guru) lain karena kami berpikir mungkin senpai yang ada kurang cocok dengan Nada.

Awalnya tidak mau karena dia berpikir harus bersama orang-orang baru yang belum dia kenal, tapi kami negosiasikan lagi setidaknya latihan tambahan di tempat lain dan Nada setuju.

Di tempat latihan tambahan, senpai-nya menyampaikan pada kami bahwa gerakan Nada sangat lembek dan akan diupayakan untuk dilatih agar bisa berlaga di kejuaraan berikutnya. Di sisi lain, teman-teman barunya welcome terhadap Nada dan hanya beberapa minggu kemudian Nada memutuskan untuk latihan full (bukan latihan tambahan lagi) di dojo baru dan meninggalkan dojo yang lama.

Satu bulan Nada dilatih untuk memperbaiki gerakan dan sangat terlihat jelas ke-pede-annya dengan gerakan-gerakan yang lebih disempurnakan itu saat berlatih di rumah. Hingga akhirnya kejuaraan tiba yaitu Open Karate: Isen Mulang Karate Championship 2024 Se-Kalimantan yang digelar pada tanggal 28-30 Oktober 2024.

Nada akan main di 2 kelas yaitu Turnamen Kata Kelas Pemula Putri dan Festival Kata Sabuk Cokelat Putri. Target kami tidak terlalu tinggi, cukup menang di permainan pertama Turnamen dan menang di festival atau minimal ada point perlawanan.

Hari kejuaraan tiba, pada kelas Turnamen Ternyata gagal mencapai target. Selanjutnya target kedua di kelas festival dan alhamdulillah pada kelas tersebut Nada bisa menang meskipun pointnya 2 (untuk menang telak pointnya adalah 3).



Kami percaya bahwa selain dari personal-nya, guru atau pelatih atau sejenisnya bisa mempengaruhi hasil. Mungkin karena metodenya atau pun sosoknya.


Aku jadi teringat sebuah quote tentang guru yang baik yaitu, "Guru yang baik adalah guru yang menginspirasi siswanya untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi versi terbaik Dari diri mereka sendiri", serta sebuah ungkapan bijak, "Sebuah pohon cemara yang kokoh pernah menjadi benih yang lemah".

Teruslah berlatih Nada, taklukkan dunia dengan seluruh kemampuan yang kamu miliki secara optimal. Terima kasih senpai Dan teman-teman Nada di Dojo Soki.




Dojo Soki! be faster, be stronger, be champion. Soliiid!! Soliiid!!! Soliiid!!!

Kamis, 17 Oktober 2024

Resmi Menjadi Warga Palangka Raya

Sudah cukup lama kami sekeluarga berdomisili di Palangka Raya namun belum mengurus kepindahan status kependudukan. Kami pindah domisili dari tempat lama (Kuala Kapuas) ke tempat baru (Palangka Raya) karena pekerjaan. Awalnya sih cuma aku yang pindah namun 2 tahun kemudian istri juga pindah kerja dengan alasan mengikuti suami. Simak ceritanya berikut...

Sekira tahun 2015 kami mulai menjalani hidup di Palangka Raya. Ngontrak rumah selama 2 tahun dan tahun ke-3 memutuskan untuk membeli rumah. Meskipun sudah membeli rumah tapi kami masih belum memindah status kependudukan kami ke tempat baru ini. Artinya KK dan KTP kami masih di tempat yang lama karena beberapa alasan.

Singkat cerita, rumah orangtua ku di Kapuas terjual. Beberapa tahun kemudian mertua aku juga wafat diikuti dengan terjualnya juga rumah beliau di Kapuas. Dengan pertimbangan yang matang maka kami memutuskan untuk memindah status kependudukan (istilah aku "pindah KTP") dari Kuala Kapuas ke Palangka Raya.

Dibantu seorang teman sewaktu SMA (tengkyu bro!) yang bekerja di Dinas Dukcapil Kapuas alhamdulillah surat pindah kami terbit. Proses dan suratnya bersifat elektronik jadi bisa diurus secara online. Surat itu modal utama untuk pindah KTP.

Selanjutnya kami mengurus di Dinas Dukcapil Palangka Raya dan tanpa kendala apa-apa diterbitkanlah KK baru dengan alamat baru di Palangka Raya untuk menggantikan KK yang lama. KK baru bersifat elektronik dan diberikan file PDF nya yang bisa dan sah untuk kita cetak sendiri meskipun dengan kertas biasa.

Namun sayangnya saat kami melakukan pengurusan pindah, blanko KTP sedang habis jadinya kami tidak bisa mencetak KTP baru hingga blanko-nya nanti sudah ada. Sebagai penggantinya maka kami dibantu petugas Dinas Dukcapil Palangka Raya untuk mengaktifkan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital yang mana disana ada KTP dan KK secara digital.

Oh ya sebagai informasi, kami melakukan pengurusan pindah ini di loket Dinas Dukcapil Palangka Raya yang ada di MPP (Mall Pelayanan Publik). Sejauh ini pelayanan sangat memuaskan. Selain tempatnya nyaman, prosesnya juga sangat cepat dan tidak bertele-tele dan yang pasti gratis alisa tidak dipungut biaya sepeserpun (bahkan biaya parkir pun tidak ada).

Kira-kira begitu sedikit pengalaman aku mengurus "pindah KTP" semoga bisa memberi manfaat kepada para pembaca dan tentu saja sebagai pengingat cerita yang pernah kami lalui.

Sabtu, 28 September 2024

Presensi Mobile Online

Alhamdulillah setelah hampir 1 bulan pengajuan permintaan aktifasi dari instansi kami (BKK Kelas II Palangka Raya) fasilitas Presensi Mobile disetujui dan pada hari Jumat, 27 September 2024 kami melakukan setting titik GPS untuk lokasi yg diperbolehkan presensi (perekaman data datang dan pulang kantor/absensi)

Ada 7 tempat kantor yang kami berikan titik GPS agar teman-teman khususnya yang ASN (PNS dan PPPK) bisa melakukan presensi online yaitu:
  1. Kantor Induk Palangka Raya
  2. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya
  3. Bandara Muara Teweh
  4. Wilker Pulang Pisau
  5. Wilker Kapuas
  6. Wilker Kelanis
  7. Wilker Pegatan

Presensi dilakukan dengan menggunakan aplikasi e-Office Kemenkes yang bisa diunduh untuk ponsel berbasis Android dan iOS. Aplikasi diwajibkan untuk diperbolehkan mengakses lokasi. Cara kerjanya adalah, aplikasi akan mengambil data lokasi dan mencocokkan dengan titik lokasi kantor yang sudah diatur. Jika posisi berada di luar titik tersebut maka proses presensi tidak bisa dilakukan.

Namun setelah dicoba, ada beberapa kendala diantaranya:
  • Salah memasang titik pada Wilker Pegatan sehingga petugas tidak bisa melakukan presensi
  • Belum bisa melakukan pengaturan aplikasi karena user admin satuan kerja sedang proses.

Rencana tindaklanjut yang akan dilakukan adalah menghubungi admin pusat untuk perbaikan titik GPS dan akselerasi proses Surat Penunjukan Admin Satker.

Rabu, 18 September 2024

Rumah Mertua Laku Terjual

Sedih, haru, bahagia campur aduk dalam perasaan kami saat kami mengunci pintu rumah ini mungkin untuk yang terakhir kali di sore hari Senin, 16 September 2024. Rumah yang cukup memberi kenangan terhadap kehidupan kami di awal-awal menikah hingga akhir hayat kedua mertuaku.

Tempat ini menjadi saksi bisu pernikahan kami di tahun 2011 silam dan menjadi tempat bertumbuh anak kami hingga berusia 2 tahun 9 bulan.

Menjual rumah juga sama artinya menjual kenangan. Namun kami rasa itu keputusan yang lumayan bagus dibandingkan rumah ini ditinggal sekian lama dan tidak terurus.

Rumah ini sudah mulai ditawarkan untuk dijual tidak lama setelah mertua laki-laki meninggal sebab istri beliau tidak mungkin kami biarkan tinggal disana sendirian jadi kami mengajak beliau untuk ikut bersama kami di kota lain. Jika ada kesempatan kami menengok rumah ini, ada rasa sedih karena terlihat tidak terurus dan semakin lapuk.

Tidak mudah untuk menjual rumah. Semenjak mertua perempuan masih ada hingga beliau meninggal tidak sedikit yang tertarik karena lokasinya cukup strategis namun belum pernah deal harga. Qadarullah belum setahun mertua perempuan meninggal, kami deal dengan harga yang menurut kami cukup murah pada lokasi tersebut dengan pembeli yang sebenarnya sudah ngincer lama.

Dikarenakan sudah deal (dan udh dibayar 70%) maka kami wajib keluarin barang-barang yang ada disana. Banyak barang-barang usang yang harus dibuang atau di-loak-kan namun juga tidak sedikit yang dihibahkan sana-sini.

Setelah beres, istri merekam video suasana dalam rumah untuk yang terakhir kali sambil menangis. Mungkin sedih karena harus hilang kenangan. Beliau juga mengunci pintu serta menyerahkan kuncinya kepada pembelinya.

Selamat tinggal rumah mertua, selamat tinggal kenangan yang nanti akan diceritakan pada generasi selanjutnya dengan diksi "Dulu"

Selasa, 10 September 2024

Kelas Tajwid Metode Asy-Syafi'i Telah Berakhir


Alhamdulillah, mempelajari Kitab Tajwid Metode As Syafi'i sebanyak 16 kali pertemuan yang sekali pertemuannya setiap malam sabtu telah terlaksana dengan lancar. Kelas yang dibimbing oleh Ustadz Ibrohim yang diselenggarakan oleh Lembaga Lughatul Quran Insya Allah menambah lagi khasanah keilmuanku khususnya terkait materi teori tajwid.

Kelas dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 21.30 WIB. Disampaikan oleh pembimbing tentang materi-materi tajwid berikut praktiknya yang dicontohkan oleh beliau lalu diikuti oleh para murid.

Di akhir pertemuan beliau pembimbing berpesan agar senantiasa mem-praktik-an ilmu tajwid ini dan sedapatnya ber-talaqqi kepada yang telah mampu membaca Al-Quran dengan baik untuk dikoreksi dan disempurnakan baik itu dari sisi makhraj, sifat-sifat huruf, hukum-hukum bacaan, dan juga hal-hal.

Minggu, 08 September 2024

Sertifikat C.EQ Telah Terbit

Alhamdulillah setelah ditunggu-tunggu akhirnya sertifikat C.EQ (Certified Excelent in Quran) punyaku sudah terbit. Ternyata keterlambatan terbit karena adanya proses administrasi lembaga agar menjadi semakin baik.

Sekilas tentang C.EQ ini, aku ikut program konversi sanad. Jadi jika kita telah mempunyai ijazah sanad bacaan minimal Surah Al Fatihah, ataupun sanad kitab tajwid seperti Tuhfatul Athfal ataupun Jazariyah, ataupun punya sertifikat lulus tahsin bisa diajukan untuk di-konversi-kan menjadi Gelar Non Akademik C.EQ yang nanti bisa disematkan di belakang nama.

Tentunya tidak itu saja persyaratannya, untuk mengkonfirmasi kelayakan bacaan Al Quran kita juga diminta untuk mengirimkan voice note bacaan Surah Al Muzammil Ayat 20.

Alhamdulillah tanpa terkendala aku bisa mendapatkan kelulusan terhadap persyaratan tersebut.

Semoga dengan mendapatkan C.EQ ini bukan menjadi malas belajar Al Quran khususnya cara membaca yang baik dan benar namun justru menjadi motivasi untuk semakin memperdalam pemahaman dan penerapan terhadap ilmu tajwid.

Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya (mengamalkannya)".

Rabu, 28 Agustus 2024

Setiap Hari Wajib Bikin Catatan

Logbook, mungkin satu kata yang sebenarnya familiar. Ya! Bisa dibilang sebuah catatan resmi untuk merekam informasi dalam periode tertentu dan bisa berfungsi sebagai alat bukti terhadap kejadian yang telah lampau.

Kami di BKK Palangka Raya baru saja mendapatkan sosialisasi terhadap aplikasi logbook ini beberapa hari yang lalu. Aplikasinya sendiri telah terintegrasi dengan aplikasi e-Kinerja milik Kementerian kami. Aplikasi ini digunakan untuk mencatat aktifitas harian kami yang mendukung dalam pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan sifatnya wajib dikerjakan.

Sebenarnya logbook ini bisa dilakukan secara manual dengan menuliskannya pada buku catatan namun dengan hadirnya aplikasi ini tentu lebih memudahkan lagi dalam pencatatannya.

Sesuai kebijakan pimpinan, aplikasi logbook ini efektif digunakan per 1 September 2024. Setiap ASN baik yang PNS ataupun PPPK wajib mengisi setiap harinya dan tidak bisa berlaku mundur.

Apakah nanti berpengaruh terhadap besarnya tunjangan kinerja yang akan diterima setiap individu? Mungkin iya, tapi tidak sekarang.

Jumat, 23 Agustus 2024

Terima Hasil Medical Check-Up, Ada Beberapa Yang Perlu Jadi Perhatian

Postingan ini bisa dibilang pelengkap dari postingan sebelumnya yaitu Medical Check-Up Rutin, disini aku akan cerita tentang hasilnya.

Hasil MCU

Sebetulnya Medical Check-Up (MCU) ini bisa dibilang raport kondisi kesehatan selama mungkin beberapa bulan terakhir sebelum periksan sebab kondisi kesehatan ini cenderung cepat sekali perubahannya.

Secara umum hasil MCU aku tahun ini bisa dibilang baik. Patokan aku adalah hasil pemeriksaan organ-organ dalam dan vital seperti jantung, paru-paru, dan lainnya. Namun ada beberapa yang perlu menjadi perhatianku untuk menjaga kesehatan ke depannya. Tapi ada beberapa data yang aku curigai invalid, sekali lagi dicurigai ya karena aku tidak dapat menyampaikan bukti aslinya.

Aku mulai dengan beberapa data yang aku curigai invalid ya, yaitu:

  1. Olahraga tidak ada, padahal saat interview disampaikan 2-3x seminggu olahraga berjalan/berlari
  2. Merokok 11 batang/hari, disini aku bingung data dasarnya diambil dari mana. Saat interview dengan dokter pemeriksa saat ditanya merokok atau tidak seingatku aku menjawab "tidak merokok". Lalu data 11 batang/hari munculnya dari mana?
  3. Glukosa 2 jam PP pada angka 114 padahal saat periksa aku ingat persis bahwa hasilnya dibawah angka 100. Jadi angka ini dapatnya dari mana?


Oke sekarang aku masuk ke beberapa hal yang perlu jadi perhatian

  1. Kreatinin pada angka 1,23 mg/dL yang lebih tinggi dari nilai rujukan yaitu 0,67-1,17 mg/dL. Kreatinin merupakan zat limbah dalam yang diproduksi oleh jaringan otot, yang diolah oleh ginjal dan dibuang melalui urine. Bila kadar kreatinin tinggi, bisa jadi ada masalah yang terjadi pada ginjal (https://www.halodoc.com/artikel/penyebab-kreatinin-tinggi-yang-jadi-tanda-gangguan-ginjal). Bisa jadi ini terjadi karena kurangnya hidrasi atau asupan air dalam tubuh. Ini sejalan sih dengan test yang biasa aku lakukan menggunakan timbangan pintar, hidrasi selalu pada angka "kurang". Rencana tindaklanjutnya sih memperbanyak minum khususnya air putih.
  2. Kolesterol LDL Direct pada angka 105 mg/dL. Sebenarnya masih "oke" karena nilai rujukannya dibawah 130 mg/DL (pada unit konvensional) namun pada unit SI sebesar 2,7195 mmol/dL diatas nilai rujukan yang kisarannya 0-2,59 mmol/dL.

Hasil test treadmill untuk HR masih dibawah HR Maksimal

Hasil test spirometri. Alhamdulillah kondisi paru-paru aman

Yah kira-kira demikian informasi hasil MCU yang bisa dibagikan. Semoga dengan hasilnya seperti ini bisa meningkatkan semangat untuk tetap hidup sehat. Sampai jumpa di MCU selanjutnya