QS At Taubah: 119

"Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"

Selasa, 26 November 2024

Membaca Novel Apakah Menambah Wawasan?

Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka pintu pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Dalam dunia yang semakin berkembang, kemampuan untuk menyerap informasi dan memahami perspektif yang berbeda sangatlah penting, dan membaca menjadi salah satu cara terbaik untuk mencapainya.

Gambar dari internet

Saat kecil aku suka membaca. Pada perekonomian keluarga yang tidak bisa dibilang kaya waktu itu membuat aku jarang membeli buku. Perpustakaan sekolah menjadi solusinya. Sejak SD hingga SMA aku sering meminjam buku di perpustakaan sekolah. Buku yang aku suka adalah buku-buku yang berisi cerita. Baik itu non fiksi ataupun fiksi. Diantara jenis buku cerita yang aku suka adalah cerpen, novel, atau cerita sejarah. Komik? aku ga terlalu suka karena bagiku boros halaman (ceritanya singkat tapi halaman yang dihabiskan banyak, maaf ya buat yang suka komik hehe).

Semasa kuliah sangat suka buku-buku motivasi perbaikan diri khususnya yang bertemakan Islam. Dua buku karya Ustadz Salim A. Fillah banyak mempengaruhi pemikiranku adalah Gue Never Die dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Biasanya aku membacanya disela-sela jam kuliah. Pernah ada dosen yang memperingatkan untuk berhati-hati kalo membaca buku agama. Maklum saat itu sedang ramai "pencucian otak" oleh para Kaum Kiri yang mengatasnamakan Agama Islam.

Hampir setiap satu atau dua minggu sekali aku mampir di Social Agency untuk membeli buku. Bagi yang berkuliah di Jogja tentu mengenal toko buku yang letaknya dekat dengan Kampus IAIN Sunan Kalijaga ini.

Kesukaan membaca mulai berkurang bahkan seakan terhenti sejak mulai bekerja sebagai ASN dimana gempuran media sosial sangat tinggi dan mulai mempengaruhi kebiasaan sebagian besar orang. Orang lebih suka membaca status Blackberry Messenger, WhatsApp, Facebook, dan banyak media sosial lainnya. Itupun terjadi ke aku selama bertahun-tahun. Kebiasaan membaca buku menjadi sangat berkurang seiring juga dengan harga buku yang semakin mahal.

Nah beberapa pekan belakangan ini aku mulai lagi membiasakan untuk membaca. Tentunya membaca yang aku suka yaitu buku-buku yang bisa bercerita. Novel! Awalnya sih penasaran dengan beberapa film yang diadaptasi dari novel. Apa sama antara novel dan filmnya? lama-lama malah terbuai dengan berbagai kisahnya.

Membaca novel bukan hanya kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk menambah pengetahuan. Melalui novel, kita dapat memperoleh berbagai wawasan, mulai dari pemahaman tentang kehidupan, budaya, sejarah, hingga perkembangan emosi dan psikologi manusia. Novel mampu membawa pembacanya ke dalam dunia yang berbeda, menawarkan perspektif baru, dan menggali pemikiran yang mungkin belum pernah kita pertimbangkan sebelumnya.

"Emang kalo baca novel bisa nambah wawasan?", seorang temanku bertanya.

Benar juga fikirku. Aku coba mencari-cari referensi di internet untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setidaknya ada empat keuntungan kita membaca novel, yaitu:

  1. Meningkatkan kosakata dan kemampuan berbahasa, kita biasanya akan mendapati kata-kata yang bisa saja maknanya diperluas atau dipersempit serta kalimat-kalimat kiasan yang baru kita kenal.
  2. Pengembangan empati dan pemahaman psikologis, Novel seringkali menggambarkan karakter dengan berbagai latar belakang, perasaan, dan konflik batin. Dengan mengikuti perjalanan hidup tokoh-tokoh tersebut, kita bisa lebih memahami sudut pandang orang lain, meningkatkan empati, dan mengembangkan keterampilan dalam memahami kompleksitas perasaan manusia.
  3. Pembelajaran tentang budaya dan sejarah. Banyak novel yang mengangkat tema sejarah, budaya, atau kehidupan masyarakat pada masa tertentu. Melalui cerita fiksi, kita dapat belajar tentang peristiwa-peristiwa besar, kebiasaan, tradisi, serta kehidupan sosial di tempat dan waktu yang berbeda.
  4. Peningkatan kreativitas dan imajinasi. Membaca novel mengajak kita untuk berimajinasi. Dalam banyak cerita, kita diajak untuk membayangkan dunia yang tidak kita kenal, baik itu dunia fantasi, masa lalu, atau masa depan. Ini dapat merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir lebih terbuka.

Adapun beberapa novel terakhir yang aku baca beserta alasannya adalah:

  1. Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Penasaran karena baru saja nonton film yang diadaptasi dari novel tersebur yaitu Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Kepingin tau cerita secara detil.
  2. Mengejar-ngejar Mimpi. Sebuah diary kocak seseorang yang bercita-cita menjadi penulis dan akhirnya beneran jadi penulis atas bimbingan banyak pihak salah satu diantaranya adalah Asma Nadia
  3. Cinta Dalam Ikhlas. Nah kalo ini karena penasaran soalnya juga dibikin film-nya dengan judul yang sama baru tayang trailer-nya. Film-nya baru akan rilis pada tanggal 29 November 2024.
  4. Amelia Si Anak Kuat. Novel ini tidak ada alasan kuat. Hanya pengen baca aja hehe...

Kalo kalian suka baca apa? Apa buku yang terakhir dibaca?

Sabtu, 23 November 2024

Sertifikat Tahsin Telah Terbit

Setelah beberapa kali bertanya dengan admin dan akupun sudah meng-ikhlas-kan, akhirnya sertifikat Kelas Tajwid Metode Syafii terbit.

Keterlambatan terbit menurut informasi admin adalah karena beliau Ustadz Ibrohim (pengajar kelas) belum memberikan penilaian akhir. Saya sih memaklumi saja karena beliau cukup sibuk mengajar dan juga sedang menyelesaikan S2-nya.

Alhamdulillah predikat yang aku dapat adalah Mumtaz. Hanya 2 orang dari 12 peserta yang mendapat peringkat ini. Mumtaz adalah peringkat tertinggi, tingkatan dibawahnya adalah Jayyid Jiddan dan Jayyid.

Penilaian dilakukan bukan dengan ujian karena memang kami tidak melalui proses itu baik lisan ataupun tulisan namun -sepertinya- dari tingkat kehadiran dan keaktifan di kelas, aktif berdiskusi juga terhadap permasalahan-permasalahan tajwid yang tidak terbahas melalui tanya-jawab di grup WA dan biasanya lebih detil.

Terima kasih untuk Ustadz Ibrohim hafidzahullah atas ilmu-ilmu dan pengalaman yang dibagikan kepada kami para pembelajar. Semoga antum selalu sehat dan diberkahi Allah.

Terima kasih juga kami haturkan untuk Lembaga Lughatul Arabiyah yang telah memfasilitasi kami dalam belajar Al Quran.

Khairukum man ta'allamal quran wa 'allahu. Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Quran dan mengajarkannya.

Minggu, 17 November 2024

Mudah Membaca Ebook Menggunakan Aplikasi Ini

Bagi sebagian orang, membaca buku adalah kebutuhan, tak sedikit juga yang mempunyai target buku yang harus dibaca dalam suatu waktu. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk tenggelam dalam keasyikan membuka lembaran-lembarannya. Selain memberikan waktu khusus, biasanya para pembaca buku ini memanfaatkan waktu-waktu luangnya meski sedikit. Misalnya disaat mengantri ataupun sedang dalam kendaraan umum.

Sumber gambar dari internet

Buku di zaman sekarang tidak hanya berbentuk fisik. Ada juga yang berbentuk digital atau sering disebut ebook yang bisa dibaca menggunakan perangkat eletronik seperti komputer, tablet, handphone, atau bahkan eReader khusus seperti kindle dan sejenisnya. Ebook menawarkan beberapa kemudahan akses diantaranya adalah mudahnya membawa banyak buku hanya dengan beberapa file atau dalam satu perangkat digital.

Ebook ada yang bersifat online namun ada pula yang offline. Untuk yang bersifat online tentu saja kita membutuhkan internet untuk mengaksesnya. Berbanding terbalik dengan versi offline yang tidak memerlukan internet sama sekali.

Salah satu bentuk format file yang bisa digunakan untuk ebook offline adalah PDF (Portable Documents Format) yang memiliki tingkat kompatibilitas sangat tinggi dalam berbagai perangkat digital.

Bagi pembaca buku ebook offline tentu saja akan memiliki banyak file dalam perangkatnya sehingga membutuhkan sebuah aplikasi untuk mengelolanya. Pengelolaan yang dimaksud adalah kemudahan untuk membuka, memberikan penanda batas yang telah dibaca (bookmark), mengatur tampilan, mengelompokkan, dan banyak hal lagi yang dilakukan untuk membuat kegiatan membaca semakin nyaman. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah ReadEra.


ReadEra adalah sebuah aplikasi android yang dapat di-download dari Play Store untuk di-install di perangkat tablet atau handphone. Beberapa fiturnya adalah bisa melakukan scan otomatis terhadap file-file ebook. Aplikasi ini mampu membuka banyak jenis file ebook. Diantaranya adalah PDF, Epub, CBR, dan masih banyak lagi. Selain itu, aplikasi ini juga mampu mengelompokkan file dengan mudah.


Fitur aplikasi ReadEra yang tidak kalah bagusnya adalah fitur pengaturan warna tampilan agar mata tidak mudah lelah. Ada banyak "pewarnaan" yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan kita membaca.


Jadi yuk kita membaca buku! Baca buku apa aja yang menarik bagi kita.

Minggu, 10 November 2024

Air Gambut Berwarna Hitam


Pada Safar Ayah beberapa waktu yang lalu ada sebuah tugas yang mengharuskan untuk menjelaskan kenapa sih air gambut berwarna hitam. Tentunya ini bisa menambah informasi bagi ayah dan juga anak. Informasi ini juga berguna bagi masyarakat umum, itu sebabnya menurutku perlu dibagikan kepada pembaca melalui tulisan ini.

Sebenarnya kalo dibilang air gambut berwarna hitam sih masih belum terlalu tepat sebab air gambut itu pada umumnya berwarna cokelat kemerahan atau cokelat tua mirip warna teh pekat.

Warna cokelat kemerahan itu terjadi karena adanya kandungan asam humat dan asam fulvat. Asam humat adalah zat organik yang merupakan hasil dekomposisi bahan organik seperti sisa-sisa tanaman atau binatang yang terproses humikasi. Sedangkan asam fulvat adalah senyawa yang merupakan bagian dari humat. Kedua senyawa ini tergolong senyawa tanin yang juga menyebabkan warna kemerahan pada teh.

Air gambut ini bersifat asam dengan pH 3-5. Keasaman ini pula yang membantu melarutkan senyawa-senyawa organik yang berwarna dalam tanah gambut sehingga memperkuat warna cokelat pada air tersebut.

Warna cokelat juga bisa menjadi indikator bahwa pada area tersebut merupakan lahan gambut yang sehat dan aktif.

Begitu sedikit informasi yang bisa kami dapat khususnya terkait warna air gambut yang berwarna hitam. Lalu kenapa dibilang berwarna hitam? Mungkin karena nama tempat wisata yang kami kunjungi adalah Wisata Air Hitam Sungai Sebangau.


Referensi tambahan:


Jumat, 08 November 2024

Teringat Kenangan Semasa SMP

Pada perjalanan dinas (Perjadin) kali ini dengan rangka monitoring kegiatan dan inventarisasi BMN di BKK Palangka Raya Wilayah Kerja (Wilker) Kapuas, aku menginap di salah satu hotel yang tergolong baru di kota itu. Letaknya berseberangan dengan SMP tempat aku menimba ilmu sekitaran antara tahun 1997-1999.

Sekolah SMP ku ini beberapa kali berganti nama (aku lupa persis tahunnya). Sebelum aku masuk disana namanya SMP Negeri 3 Kuala Kapuas terus saat masuk hingga aku lulus namanya adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 4 Kuala Kapuas dan ga tau kapan persisnya namanya berubah lagi menjadi SMP Negeri 3 Selat.

Banyak kenangan semasa bersekolah di SMP ini, diantaranya adalah kegiatan memotong rumput lapangan yang dulu sering dilakukan para siswanya sehingga menjadi skill tersendiri. Aku juga ingat dulu sering terlambat karena pagi-pagi harus nganterin es batu ke warung-warung biar punya uang jajan untuk sekolah. Aku juga ingat persis kala itu dari upaya ngantar es batu bisa punya uang jajan antara Rp. 800 hingga Rp. 1.300 yang pada masanya sudah cukup lumayan besar. Jika terlambat seperti ini, hukumannya biasanya mungutin sampah yang berserakan di area sekolah, lapor sama guru piket (sambil membawa sampah yang dipungut), dan membuangnya ke tempat sampah. Tak jarang kalo lagi malas mungutin sampah yang berserakan, aku ngambil sampah yang sudah ada di tempat sampah untuk dilaporkan.

Di sekolah ini dulunya (ga tau sekarang) juga setiap pagi diadakan kegiatan pagi yaitu upacara bendera setiap Hari Senin dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) setiap Hari Selasa hingga Hari Sabtu sebelum masuk belajar di kelas. Untuk SKJ ada dispensasi bagi siswa yang piket kebersihan kelas. Banyak sih yang pura-pura piket untuk mengerjakan PR yang kelupaan atau malas mengerjakannya di rumah namun harus disetor pada hari itu atau ada juga yang sekedar malas ikut SKJ. Namun jika ketahuan, siap-siap aja ujung sepatu pantofel mendarat di betis, paha, atau pantat dan itu sudah biasa bagi kami para siswa yang "agak bandel".

Jumlah ruang belajar pada waktu itu ada 6 ruangan untuk setiap kelasnya. Ruang A hingga F yang biasanya ditentukan dari kemampuan siswanya. Aku saat itu berada di kelas 1-A, 2-F, dan 3-F. Kala itu juga, untuk berangkat sekolah para siswa menggunakan sepeda gowes. Setiap harinya garasi sepeda sekolah selalu penuh dengan ratusan sepeda siswa dengan berbagai macam merk, warna, dan jenisnya.

Pada masa ini aku juga merasakan bagaimana rasanya cinta monyet, cinta anak umur belasan. Memendam selama bertahun-tahun dan hanya mampu mengagumi dari kejauhan sebagai "pemuja rahasia".

Sayangnya untuk alat dokumentasi semacam kamera masih belum sebanyak dan semudah sekarang sehingga untuk kenangan berbentuk foto sangat jarang ada. Hanya bisa teringat dalam cerita saja.

Minggu, 03 November 2024

Aksi Safar Bersama Ayah

Safar atau perjalanan ternyata bisa memberikan banyak pengalaman hidup dan cerita serta dapat membangun kedekatan antar pelaku safar. Untuk merasakan pengalaman tersebut maka Sekolah Sahabat Alam (SA) Palangka Raya membuat acara Aksi Safar Bersama Ayah yang didahului oleh parenting dengan tema yang sama dua pekan sebelumnya.


Aksi perjalanan kali ini dilakukan Hari Minggu, 3 November 2024 antara ayah dan anak (siswa SA) yang diharapkan bisa membangun ikatan kedekatan yang lebih akrab lagi diantara keduanya.

Aksi ini hanya dilakukan di sekitaran Kota Palangka Raya dengan cara mengunjungi beberapa tempat yang diinformasikan pemandu yang jaraknya tergantung dari kendaraan yang akan dipakai ayah dan anak.

Aku dan Husna juga mengikuti aksi ini. Kami memilih untuk menggunakan sepeda motor. Dalam aksi ini diberikan beberapa pertanyaan oleh pemandu untuk penyampaian lokasi dan beberapa tugas di lokasi tersebut.

Setelah pembukaan di Bundaran Besar Palangka Raya, kami bergerak mengikuti petunjuk yang diberikan, yaitu:

Lokasi Pertama

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Pesan _challenge_:

Ayah dan Ananda..

Untuk _challenge_ pertama, silahkan pecahkan clue berikut ini: Wisata Air Hitam

Mudah saja, jawabannya adalah Pelabuhan Sebangau

Selamat ayah, clue sudah terpecahkan. Selanjutnyai dipersilahkan menuju tempat tersebut dan menyelesaikan tantangan berikut ini:

Sensory Activity

Memegang, mencium bau air, melihat, dan mengetahui sebab warna air serta mengetahui makhluk apa saja yang ada di Sungai tersebut

Jangan lupa, mendokumentasikan kegiatan, untuk laporan, dan sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas berikutnya... semangat!!!




Lokasi Kedua

Tantangan selanjutnya: Olahraga Sunnah Menggunakan Hewan di Daerah Sebangau.

Jawabannya adalah berkuda (dan ternyata kami baru tau di daerah tersebut ada wisata berkuda)

Selamat ayah, clue sudah terpecahkan. Selanjutnya dipersilahkan menuju tempat tersebut dan menyelesaikan tantangan berikut ini :

Berkuda bersama ayah dan melakukan wawancara bersama pemilik atau pekerja yang ada di sana


Lokasi Ketiga

Tujuan selanjutnya: Mesjid Tertua di Palangka Raya

Jleb, mulai rada susah ni jawabannya namun ternyata di internet ada kok informasinya dan baru tau ternyata jawabannya Masjid Nurul Hikmah yang ada di Jalan Darmo Sugondo Palangka Raya

Selamat ayah, clue sudah terpecahkan. Selanjutnya dipersilahkan menuju tempat tersebut dan menyelesaikan tantangan berikut ini :

- Ayah mengajarkan gerakan, niat, dan doa setelah Wudhu kepada Ananda.

- Ayah mengajarkan doa sebelum masuk dan keluar masjid kepada Ananda.

- Melaksanakan shalat Dhuha bersama.

- Mengenal Sejarah masjid tertua.

Setelah laporan tantangan ketiga, tidak berapa lama kumandang Adzan Dzuhur dan sekalian aja kami shalat dzuhur di masjid tersebut.


Setelah melakukan _challenge_ terakhir silahkan ayah mencari makan siang, sholat, istirahat, dan langsung menuju titik kumpul akhir di rumah kedua, yaitu Sekolah Sahabat Alam karena akan ada kejutan buat ananda tercinta.

Wuih selesai juga aksi kali ini. Ternyata ayah yang lain ada yg dapat 4 bahkan 6 tempat sedangkan kami hanya dapat 3 tempat sebab setiap tempatnya kami nikmati lama untuk jalan dan ngobrol, tidak sekedar menyelesaikan tantangan saja.


Luar biasa aksi yang dilakukan kali ini yang merupakan kegiatan pengganti camping ayah rutin setiap tahun. Ga sabar lagi nunggu keseruan apa lagi yang akan dibuat SA untuk ayah dalam mendukung sekolah anaknya.

Jumat, 01 November 2024

Buah Dari Berlatih Dengan Tekun


Awalnya kami tidak punya banyak ekspektasi terhadap anak kami Husna yang kami tawarkan berlatih karate. Yah cukup sekedar dia berolahraga dan ga meng-gabut di rumah.

Saat pertama kali ditawari untuk berlatih karate, Husna ogah-ogahan. Kami pun tidak memaksakan. Kami bernegosiasi bahwa kalo satu bulan Husna tidak bisa menikmati latihannya maka boleh berhenti tapi setidaknya dia harus mencoba dulu.

Alhamdulillah kesepakatan didapat, biar ada hal yang diluar kebiasaan juga kami memperkenalkan Husna pada tempat latihan karate (yang disebut dengan istilah Dojo) dengan nama belakangnya yaitu Nada (selanjutnya akan kami pakai nama ini untuk cerita yang berhubungan dengan karate anak kami).

Satu bulan selanjutnya adalah waktu dimana kami menepati janji untuk menanyakan bagaimana rasanya berlatih selama satu bulan dan jawaban Nada adalah dia pengen lanjut latihan.

Minggu demi minggu berlalu. Hitungan bulan pun mulai berbilang. Nada berlatih dan ikut ujian kenaikan sabuk. Kuning, hijau, biru, dan akhirnya sampai di cokelat dalam waktu kurang lebih 2 tahunan.

Sembari berlatih, Nada juga ikut beberapa kejuaraan dan hasilnya selalu kalah. Kami coba evaluasi dengan membandingkan gerakan-gerakan Kata di YouTube dan sepertinya memang ada yang kurang.

Setelah beberapa bulan dengan keadaan seperti itu, kami coba berdiskusi lagi dengan Nada apakah dia mau pindah berlatih di dojo lain untuk mencoba berlatih dengan senpai (guru) lain karena kami berpikir mungkin senpai yang ada kurang cocok dengan Nada.

Awalnya tidak mau karena dia berpikir harus bersama orang-orang baru yang belum dia kenal, tapi kami negosiasikan lagi setidaknya latihan tambahan di tempat lain dan Nada setuju.

Di tempat latihan tambahan, senpai-nya menyampaikan pada kami bahwa gerakan Nada sangat lembek dan akan diupayakan untuk dilatih agar bisa berlaga di kejuaraan berikutnya. Di sisi lain, teman-teman barunya welcome terhadap Nada dan hanya beberapa minggu kemudian Nada memutuskan untuk latihan full (bukan latihan tambahan lagi) di dojo baru dan meninggalkan dojo yang lama.

Satu bulan Nada dilatih untuk memperbaiki gerakan dan sangat terlihat jelas ke-pede-annya dengan gerakan-gerakan yang lebih disempurnakan itu saat berlatih di rumah. Hingga akhirnya kejuaraan tiba yaitu Open Karate: Isen Mulang Karate Championship 2024 Se-Kalimantan yang digelar pada tanggal 28-30 Oktober 2024.

Nada akan main di 2 kelas yaitu Turnamen Kata Kelas Pemula Putri dan Festival Kata Sabuk Cokelat Putri. Target kami tidak terlalu tinggi, cukup menang di permainan pertama Turnamen dan menang di festival atau minimal ada point perlawanan.

Hari kejuaraan tiba, pada kelas Turnamen Ternyata gagal mencapai target. Selanjutnya target kedua di kelas festival dan alhamdulillah pada kelas tersebut Nada bisa menang meskipun pointnya 2 (untuk menang telak pointnya adalah 3).



Kami percaya bahwa selain dari personal-nya, guru atau pelatih atau sejenisnya bisa mempengaruhi hasil. Mungkin karena metodenya atau pun sosoknya.


Aku jadi teringat sebuah quote tentang guru yang baik yaitu, "Guru yang baik adalah guru yang menginspirasi siswanya untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi versi terbaik Dari diri mereka sendiri", serta sebuah ungkapan bijak, "Sebuah pohon cemara yang kokoh pernah menjadi benih yang lemah".

Teruslah berlatih Nada, taklukkan dunia dengan seluruh kemampuan yang kamu miliki secara optimal. Terima kasih senpai Dan teman-teman Nada di Dojo Soki.




Dojo Soki! be faster, be stronger, be champion. Soliiid!! Soliiid!!! Soliiid!!!