Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka pintu pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Dalam dunia yang semakin berkembang, kemampuan untuk menyerap informasi dan memahami perspektif yang berbeda sangatlah penting, dan membaca menjadi salah satu cara terbaik untuk mencapainya.
![]() |
Gambar dari internet |
Saat kecil aku suka membaca. Pada perekonomian keluarga yang tidak bisa dibilang kaya waktu itu membuat aku jarang membeli buku. Perpustakaan sekolah menjadi solusinya. Sejak SD hingga SMA aku sering meminjam buku di perpustakaan sekolah. Buku yang aku suka adalah buku-buku yang berisi cerita. Baik itu non fiksi ataupun fiksi. Diantara jenis buku cerita yang aku suka adalah cerpen, novel, atau cerita sejarah. Komik? aku ga terlalu suka karena bagiku boros halaman (ceritanya singkat tapi halaman yang dihabiskan banyak, maaf ya buat yang suka komik hehe).
Semasa kuliah sangat suka buku-buku motivasi perbaikan diri khususnya yang bertemakan Islam. Dua buku karya Ustadz Salim A. Fillah banyak mempengaruhi pemikiranku adalah Gue Never Die dan Agar Bidadari Cemburu Padamu. Biasanya aku membacanya disela-sela jam kuliah. Pernah ada dosen yang memperingatkan untuk berhati-hati kalo membaca buku agama. Maklum saat itu sedang ramai "pencucian otak" oleh para Kaum Kiri yang mengatasnamakan Agama Islam.
Hampir setiap satu atau dua minggu sekali aku mampir di Social Agency untuk membeli buku. Bagi yang berkuliah di Jogja tentu mengenal toko buku yang letaknya dekat dengan Kampus IAIN Sunan Kalijaga ini.
Kesukaan membaca mulai berkurang bahkan seakan terhenti sejak mulai bekerja sebagai ASN dimana gempuran media sosial sangat tinggi dan mulai mempengaruhi kebiasaan sebagian besar orang. Orang lebih suka membaca status Blackberry Messenger, WhatsApp, Facebook, dan banyak media sosial lainnya. Itupun terjadi ke aku selama bertahun-tahun. Kebiasaan membaca buku menjadi sangat berkurang seiring juga dengan harga buku yang semakin mahal.
Nah beberapa pekan belakangan ini aku mulai lagi membiasakan untuk membaca. Tentunya membaca yang aku suka yaitu buku-buku yang bisa bercerita. Novel! Awalnya sih penasaran dengan beberapa film yang diadaptasi dari novel. Apa sama antara novel dan filmnya? lama-lama malah terbuai dengan berbagai kisahnya.
Membaca novel bukan hanya kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk menambah pengetahuan. Melalui novel, kita dapat memperoleh berbagai wawasan, mulai dari pemahaman tentang kehidupan, budaya, sejarah, hingga perkembangan emosi dan psikologi manusia. Novel mampu membawa pembacanya ke dalam dunia yang berbeda, menawarkan perspektif baru, dan menggali pemikiran yang mungkin belum pernah kita pertimbangkan sebelumnya.
"Emang kalo baca novel bisa nambah wawasan?", seorang temanku bertanya.
Benar juga fikirku. Aku coba mencari-cari referensi di internet untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setidaknya ada empat keuntungan kita membaca novel, yaitu:
- Meningkatkan kosakata dan kemampuan berbahasa, kita biasanya akan mendapati kata-kata yang bisa saja maknanya diperluas atau dipersempit serta kalimat-kalimat kiasan yang baru kita kenal.
- Pengembangan empati dan pemahaman psikologis, Novel seringkali menggambarkan karakter dengan berbagai latar belakang, perasaan, dan konflik batin. Dengan mengikuti perjalanan hidup tokoh-tokoh tersebut, kita bisa lebih memahami sudut pandang orang lain, meningkatkan empati, dan mengembangkan keterampilan dalam memahami kompleksitas perasaan manusia.
- Pembelajaran tentang budaya dan sejarah. Banyak novel yang mengangkat tema sejarah, budaya, atau kehidupan masyarakat pada masa tertentu. Melalui cerita fiksi, kita dapat belajar tentang peristiwa-peristiwa besar, kebiasaan, tradisi, serta kehidupan sosial di tempat dan waktu yang berbeda.
- Peningkatan kreativitas dan imajinasi. Membaca novel mengajak kita untuk berimajinasi. Dalam banyak cerita, kita diajak untuk membayangkan dunia yang tidak kita kenal, baik itu dunia fantasi, masa lalu, atau masa depan. Ini dapat merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir lebih terbuka.
Adapun beberapa novel terakhir yang aku baca beserta alasannya adalah:
- Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Penasaran karena baru saja nonton film yang diadaptasi dari novel tersebur yaitu Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Kepingin tau cerita secara detil.
- Mengejar-ngejar Mimpi. Sebuah diary kocak seseorang yang bercita-cita menjadi penulis dan akhirnya beneran jadi penulis atas bimbingan banyak pihak salah satu diantaranya adalah Asma Nadia
- Cinta Dalam Ikhlas. Nah kalo ini karena penasaran soalnya juga dibikin film-nya dengan judul yang sama baru tayang trailer-nya. Film-nya baru akan rilis pada tanggal 29 November 2024.
- Amelia Si Anak Kuat. Novel ini tidak ada alasan kuat. Hanya pengen baca aja hehe...
Kalo kalian suka baca apa? Apa buku yang terakhir dibaca?