Awalnya kami tidak punya banyak ekspektasi terhadap anak kami Husna yang kami tawarkan berlatih karate. Yah cukup sekedar dia berolahraga dan ga meng-gabut di rumah.
Saat pertama kali ditawari untuk berlatih karate, Husna ogah-ogahan. Kami pun tidak memaksakan. Kami bernegosiasi bahwa kalo satu bulan Husna tidak bisa menikmati latihannya maka boleh berhenti tapi setidaknya dia harus mencoba dulu.
Alhamdulillah kesepakatan didapat, biar ada hal yang diluar kebiasaan juga kami memperkenalkan Husna pada tempat latihan karate (yang disebut dengan istilah Dojo) dengan nama belakangnya yaitu Nada (selanjutnya akan kami pakai nama ini untuk cerita yang berhubungan dengan karate anak kami).
Satu bulan selanjutnya adalah waktu dimana kami menepati janji untuk menanyakan bagaimana rasanya berlatih selama satu bulan dan jawaban Nada adalah dia pengen lanjut latihan.
Minggu demi minggu berlalu. Hitungan bulan pun mulai berbilang. Nada berlatih dan ikut ujian kenaikan sabuk. Kuning, hijau, biru, dan akhirnya sampai di cokelat dalam waktu kurang lebih 2 tahunan.
Sembari berlatih, Nada juga ikut beberapa kejuaraan dan hasilnya selalu kalah. Kami coba evaluasi dengan membandingkan gerakan-gerakan Kata di YouTube dan sepertinya memang ada yang kurang.
Setelah beberapa bulan dengan keadaan seperti itu, kami coba berdiskusi lagi dengan Nada apakah dia mau pindah berlatih di dojo lain untuk mencoba berlatih dengan senpai (guru) lain karena kami berpikir mungkin senpai yang ada kurang cocok dengan Nada.
Awalnya tidak mau karena dia berpikir harus bersama orang-orang baru yang belum dia kenal, tapi kami negosiasikan lagi setidaknya latihan tambahan di tempat lain dan Nada setuju.
Di tempat latihan tambahan, senpai-nya menyampaikan pada kami bahwa gerakan Nada sangat lembek dan akan diupayakan untuk dilatih agar bisa berlaga di kejuaraan berikutnya. Di sisi lain, teman-teman barunya welcome terhadap Nada dan hanya beberapa minggu kemudian Nada memutuskan untuk latihan full (bukan latihan tambahan lagi) di dojo baru dan meninggalkan dojo yang lama.
Satu bulan Nada dilatih untuk memperbaiki gerakan dan sangat terlihat jelas ke-pede-annya dengan gerakan-gerakan yang lebih disempurnakan itu saat berlatih di rumah. Hingga akhirnya kejuaraan tiba yaitu Open Karate: Isen Mulang Karate Championship 2024 Se-Kalimantan yang digelar pada tanggal 28-30 Oktober 2024.
Nada akan main di 2 kelas yaitu Turnamen Kata Kelas Pemula Putri dan Festival Kata Sabuk Cokelat Putri. Target kami tidak terlalu tinggi, cukup menang di permainan pertama Turnamen dan menang di festival atau minimal ada point perlawanan.
Hari kejuaraan tiba, pada kelas Turnamen Ternyata gagal mencapai target. Selanjutnya target kedua di kelas festival dan alhamdulillah pada kelas tersebut Nada bisa menang meskipun pointnya 2 (untuk menang telak pointnya adalah 3).
Kami percaya bahwa selain dari personal-nya, guru atau pelatih atau sejenisnya bisa mempengaruhi hasil. Mungkin karena metodenya atau pun sosoknya.
Aku jadi teringat sebuah quote tentang guru yang baik yaitu, "Guru yang baik adalah guru yang menginspirasi siswanya untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi versi terbaik Dari diri mereka sendiri", serta sebuah ungkapan bijak, "Sebuah pohon cemara yang kokoh pernah menjadi benih yang lemah".
Teruslah berlatih Nada, taklukkan dunia dengan seluruh kemampuan yang kamu miliki secara optimal. Terima kasih senpai Dan teman-teman Nada di Dojo Soki.
Dojo Soki! be faster, be stronger, be champion. Soliiid!! Soliiid!!! Soliiid!!! |
0 comments:
Posting Komentar