Berselancar di sosial media khususnya pada circle pembaca buku akan dapat rekomendasi-rekomendasi buku menarik. Salah satu buku yang menarik bagiku adalah novel "Keajaiban Toko Kelontong Namiya".
Novel yang aslinya ber-Bahasa Jepang berjudul Namiya Zakkaten No Kiseki ini, dikarang oleh Keigo Higashino. Dipublikasikan pertama kali di Jepang pada Tahun 2012 dan di-alihbahasa-kan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Faira Ammadea. Novel ini memiliki alur maju-mundur.
Pada novel yang dicetak oleh PT. Gramedia ini terdiri dari lima bab atau lima cerita yang mana setiap ceritanya seakan tidak nyambung namun ternyata kejeniusan penulis memainkan sudut pandang pembaca yang akhirnya ceritanya bisa nyambung atau terdapat benang-merahnya. Cerita besarnya adalah Toko Kelontong Namiya menerima jasa konsultasi melalui surat. Pertanyaan atau permintaan saran melalui surat itu akan dibalas oleh Toko Kelontong Namiya keesokan harinya.
Sedikit aku spill cerita apa aja dalam tiap bab-nya biar ada gambaran sedikit tentang isi novelnya ini.
Bab 1, menceritakan tentang tiga orang anak nakal yang sedang bersembunyi selepas melakukan kejahatan pada malam hari di toko kelontong ini. Sambil menunggu pagi, ada keajaiban terjadi di dalam toko tersebut.
Bab 2, menceritakan tentang seseorang yang bingung memilih antara meneruskan toko ikan keluarganya atau mengejar cita-citanya untuk menjadi musisi. Dia juga meminta saran kepada Toko Kelontong Namiya untuk nanti akhirnya memutuskan apa yang harus dipilihnya.
Bab 3, menceritakan tentang kisah hidup Kakek Namiya, tokoh yang membalas surat-surat untuk Toko Kelontong Namiya serta bagaimana keajaiban itu terjadi.
Bab 4, menceritakan tentang sebuah keluarga yang memiliki kesulitan ekonomi sehingga harus mengambil keputusan besar dalam kehidupan mereka. Sang anak dari keluarga tersebut meminta saran kepada Toko Kelontong Namiya terkait apakah dia ikut keputusan keluarganya atau malah harus meninggalkannya. Keputusan diambil dan cerita pun berlanjut.
Bab 5, menceritakan tentang seorang wanita yang galau karena bekerja sebagai hostes untuk memenuhi kebutuhannya. Ada seorang pria yang "tertarik" dengannya. Dalam kebingungannya wanita ini berkonsultasi dengan Toko Kelontong Namiya melalui surat. Saran dari Toko Kelontong Namiya dia ikuti dan akhirnya menjadi wanita yang sukses secara finansial. Karena ini adalah bab terakhir maka diakhir cerita ada sebuah benang merah yang menghubungkan dengan keempat bab sebelumnya.
Jujur, novel ini awalnya agak susah untuk aku ikuti karena alurnya yang maju-mundur serta aneh aja saat pindah dari Bab 1 ke Bab 2 sebab ceritanya kok ga nyambung tapi setelah dilanjutkan membacanya akhirnya kata "Oooo..." ternyata begini. Nah karena sudah tau karakteristik novelnya maka bab-bab selanjutnya cukup aman untuk dibaca.
Kata "Keren" mungkin tidak salah kalo secara subjektif aku sematkan pada penulis novel ini. Keren alurnya meskipun aku perlu agak harus lebih fokus dalam memahami isi ceritanya.
Bagi pembaca yang ingin membaca novel ini bisa membeli versi digital-nya di Gramedia Digital atau meminjam di iPusnas atau bisa ke perpustakaan terdekat siapa tau ada koleksinya. Selamat membaca.
0 comments:
Posting Komentar