Itah Hadari, sebuah tagline yang artinya "kita berlari" cukup dikenal di Palangka Raya saat ini khususnya para penggiat lari. Tagline ini diadopsi menjadi sebuah komunitas berlari pertama di Kota Cantik ini yaitu Palangka Runners. Tapi itu sekarang, tujuh tahun yang lalu kami awali langkah dengan sebuah impian sederhana yaitu pengen berlari, kumpul, berbagi ilmu tentang pelarian bersama di kawasan Jalan Katamso.
Tujuh tahun yang lalu, olahraga lari belum terlalu diminati seperti sekarang ini. Kawasan Jalan Katamso memang sudah dijadikan tempat untuk lari tapi ga banyak yg berolahraga disana. Aku yang berminat pada olahraga ini mulai mencari-cari komunitasnya di Palangka Raya karena udah mupeng kepengen ikut berkomunitas gara-gara ngeliat postingan-postingan komunitas lari luar kota di sosial media. Namun ternyata pencarian nihil. Bukan karena ga ketemu tapi memang belum ada.
Ga tau bagaimana algoritma hidup ini sampai akhirnya aku dipertemukan dengan Muhammad Asary (dipanggil Aan). Ya udah ajakan diterima tapi ternyata misinya bukan lari bareng aja tapi juga mau bikin komunitas. Bertemu orang baru terus langsung diajakin membangun komunitas itu sebuah pengalaman aneh bagiku.
![]() |
Muhammad Asary. Founder Palangka Runners |
Awal terbentuk kami buat akun instagram @palangka_runners yang alhamdulillah masih aktif sampai sekarang. Tujuannya buat kasih tau ke penggiat lari kalo sudah ada komunitasnya di Palangka Raya. Kami coba posting beberapa dan sharing sebanyak-banyaknya.
Beberapa waktu kemudian akhirnya ada yang bergabung, banyak diantaranya adalah anak-anak gaul yang ga bisa lari. Ya benar, saat diajakin lari 100-200 meter udah pada nyerah. "Bang tungguin!", begitu mereka bilang. Tapi dari anak-anak yang ga bisa lari itulah cikal-bakal komunitas ini berkembang pesat. Layaknya mencoba hal baru, jiwa muda mereka menggebu-gebu kepengen terus berlari dan berkomunitas.
Namun tentu saja dari anggota-anggota baru itu ada juga yang sudah terbiasa lari bahkan sudah pernah berkomunitas. Ada Abdul Janah (dipanggil Abdul apa Janah ni?) ada juga Yuan (orang Malang yang sedang terdampar di Palangka Raya), Alvin, Alfan, dan beberapa lagi yang aku mulai lupa namanya. Dari orang-orang ini dan dibantu beberapa yang lain kami mulai mengelola komunitas ini mulai dari bikin jadwal lari bareng, berafiliasi dengan Indorunners hingga bikin jersey komunitas.
![]() |
Jersey Pertama Palangka Runners |
Kepengurusan waktu itu suka-suka kami aja. Ada ketua, kapten, dan yang lainnya membantu. Ketua pertama ditunjuklah aku. Ah ini kayaknya sekedar menghormati aku aja karena jadi salah satu pendirinya. Kapten dipilihlah Alvin. Untuk menggerakkan kegiatan komunitas sedangkan ketua tugasnya lebih kepada penengah aja kalo anak-anak muda ini berantem hehe...
Rekrutmennya adalah dengan getok-tular. Yang udah ikutan harus ngajakin temannya yang lain. "Ga bisa lari", justru suatu kata yang ditunggu dengan jawaban simpel, "sama.. yang penting rame-ramean dulu aja".
![]() |
Awal-awal Palangka Runners Berlari |
Aktifitas komunitas pun berjalan, yang ga bisa lari waktu itupun sudah mulai bisa lari. Hingga 1 tahun pertama bisa dilalui. Event 1st Anniversary Palangka Runners digelar cukup sukses. Jumlah peminatnya? Cukup banyak waktu itu namun tidak sebanyak saat ini kalo bikin event lari.
Kepengurusan komunitas mulai berkembang makin dewasa. Tidak ada lagi yang namanya ketua (apalagi ketua yang ga kerja kayak aku wkkk). Adanya Captain dan Co-captain. Aku sudah agak sedikit lupa urutan siapa aja yang menjabat. Seingatku Alvin terus Mukhlis terus berlanjut yang lainnya dibantu oleh teman-teman yang juga membersamai sejak Palangka Runners muda berdiri.
Anggota komunitasnya beranjak mulai keren-keren. Ada yang ikut event sana-sini, sepatu lari udah pada tau, baju celana kacamata jam udah pada teracuni hehe. Aku udah kalah keren sekarang.
Seiring berjalannya waktu, tanggungjawab di pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi aku makin besar. Akupun memutuskan untuk pelan-pelan undur diri dari komunitas ini. Meskipun aku udah ga disana, dengan telah mulai dewasanya Palangka Runners membuat komunitas ini masih tetap berlari hingga sekarang di tahun ketujuh.
0 comments:
Posting Komentar